Kunci lulus ujian praktik forklift adalah urutan kerja yang benar dan sikap aman yang konsisten, bukan kecepatan. Penguji memperhatikan apakah Anda memeriksa unit, memakai sabuk pengaman, melihat sekeliling, membawa garpu rendah, dan memarkir dengan benar. Semua itu dilatih pada sesi praktik pelatihan SIO forklift sebelum hari ujian.
Seperti apa bentuk ujian praktik?
Rinciannya berbeda antar penyelenggara, tetapi polanya serupa:
- pemeriksaan unit sebelum operasi;
- naik, mengatur posisi, dan menghidupkan unit;
- melintasi lintasan maju dan mundur, termasuk zigzag atau lorong sempit;
- mengambil palet, membawanya, lalu menumpuk dan menurunkannya;
- kembali ke titik awal dan parkir.
Peserta dinilai satu per satu. Penguji biasanya memegang lembar penilaian berisi butir-butir yang dicentang.
Apa yang perlu disiapkan sebelum hari ujian?
- Hafalkan urutan pemeriksaan harian. Urutan yang runtut memberi kesan pertama yang baik.
- Kenali unit ujian. Posisi tuas, arah tuas maju mundur, dan letak rem parkir bisa berbeda dari unit di tempat kerja Anda. Manfaatkan sesi latihan.
- Tidur cukup. Gugup dan mengantuk membuat urutan terlupa.
- Pakai APD lengkap. Sepatu keselamatan, helm, dan rompi sesuai ketentuan penyelenggara.
- Datang lebih awal. Amati peserta lain dan perhatikan catatan penguji.
Bila Anda merasa kurang jam latihan, sampaikan kepada pengajar pada hari praktik agar mendapat giliran tambahan bila memungkinkan.
Bagaimana melakukan pemeriksaan awal dengan baik?
Banyak peserta kehilangan nilai di sini karena langsung naik ke unit. Lakukan pemeriksaan keliling sambil menyebutkan apa yang Anda periksa:
- garpu, rantai, dan mast;
- ban dan roda;
- kebocoran di bawah unit;
- level cairan atau kondisi baterai;
- pelindung atas kepala dan sandaran beban.
Setelah naik, periksa sabuk pengaman, klakson, lampu, rem, dan gerakan hidraulik. Menyebutkan dengan suara jelas membantu penguji mengetahui bahwa Anda memang memeriksa. Daftar lengkapnya ada di artikel checklist pemeriksaan harian P2H forklift.
Bagaimana cara naik dan memulai?
- Naik dari sisi kiri dengan tiga titik tumpu, tidak melompat dan tidak memegang kemudi sebagai pegangan.
- Atur kursi dan spion.
- Pasang sabuk pengaman.
- Pastikan tuas arah netral dan rem parkir aktif.
- Hidupkan unit.
- Angkat garpu sedikit dari lantai dan miringkan mast ke belakang.
- Lihat ke sekeliling, bunyikan klakson, lepaskan rem parkir, lalu mulai berjalan.
Langkah kecil seperti sabuk pengaman dan klakson sering terlupa, padahal hampir selalu ada dalam lembar penilaian.
Apa teknik manuver yang perlu diperhatikan?
- Kecepatan rendah dan stabil. Injak pedal dengan halus.
- Ingat ayunan ekor. Forklift dikemudikan roda belakang, sehingga bagian belakang mengayun keluar saat berbelok. Beri ruang di sisi luar tikungan.
- Lihat ke arah jalan. Saat mundur, tolehkan kepala dan lihat ke belakang, jangan hanya mengandalkan spion.
- Berhenti penuh sebelum berganti arah.
- Jaga garpu tetap rendah selama berjalan.
- Jangan menyentuh kerucut atau pembatas. Bila tersenggol, berhenti, perbaiki posisi dengan tenang, lalu lanjutkan.
Bagaimana mengangkat dan menumpuk beban dengan benar?
Urutan mengambil palet:
- Dekati palet tegak lurus dan berhenti di depannya.
- Tegakkan mast dan atur tinggi garpu sejajar lubang palet.
- Maju perlahan sampai palet rapat ke muka garpu.
- Angkat sedikit, lalu miringkan mast ke belakang.
- Lihat ke belakang dan mundur perlahan.
- Turunkan beban ke posisi jalan sebelum bergerak jauh.
Urutan menumpuk:
- Berhenti tegak lurus di depan tumpukan dengan jarak cukup.
- Angkat beban sampai sedikit di atas tinggi tujuan.
- Maju perlahan hingga beban tepat di atas posisi.
- Tegakkan mast, turunkan beban sampai duduk.
- Turunkan garpu sedikit agar bebas, lalu mundur lurus.
- Turunkan garpu ke posisi jalan.
Kesalahan yang sering terjadi adalah bergerak maju atau mundur sambil menaikkan garpu, atau memiringkan mast ke depan ketika beban masih tinggi.
Bagaimana prosedur parkir yang dinilai?
- Berhenti di area parkir, tidak menghalangi jalan, pintu darurat, atau alat pemadam.
- Tuas arah ke netral.
- Aktifkan rem parkir.
- Tegakkan mast dan turunkan garpu sampai rata menyentuh lantai.
- Matikan mesin dan cabut kunci.
- Lepas sabuk, turun dengan tiga titik tumpu menghadap unit.
Kesalahan yang paling sering mengurangi nilai
| Kesalahan | Mengapa serius |
|---|---|
| Tidak memakai sabuk pengaman | Pelindung utama saat unit terguling |
| Melewatkan pemeriksaan awal | Menunjukkan kebiasaan kerja tidak aman |
| Berjalan dengan garpu tinggi | Mengurangi kestabilan |
| Tidak melihat ke belakang saat mundur | Risiko menabrak orang |
| Tidak membunyikan klakson | Tidak memberi tanda kepada sekitar |
| Berbelok terlalu cepat | Risiko terguling |
| Garpu tidak diturunkan saat parkir | Bahaya tersandung dan tertabrak |
| Turun dengan melompat | Risiko cedera |
Hubungan kesalahan-kesalahan ini dengan kecelakaan nyata dijelaskan di artikel penyebab kecelakaan forklift.
Bagaimana dengan ujian teori?
Ujian teori umumnya berupa soal tertulis tentang regulasi, dasar K3, pengetahuan teknis, dan perhitungan beban. Kiat singkat:
- catat hal yang ditekankan pengajar;
- pahami pembagian kelas operator dan masa berlaku lisensi;
- latih soal load chart dan pusat beban;
- baca soal sampai selesai sebelum menjawab.
Ringkasan pokok bahasan ada di artikel materi pelatihan operator forklift.
Sikap saat ujian
Dengarkan instruksi penguji sampai selesai, tanyakan bila kurang jelas, dan jangan terburu-buru. Bila melakukan kesalahan, jangan panik. Berhenti, amankan unit, lalu perbaiki. Penguji lebih menghargai operator yang menyadari kesalahan dan memperbaikinya dengan aman daripada yang memaksakan diri.
Susunan hari pelatihan dan sesi praktik dapat Anda lihat di halaman pelatihan operator forklift kelas II.
Referensi
- Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut
- UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja



