Load chart forklift adalah tabel pada pelat kapasitas yang menunjukkan berat maksimum yang boleh diangkat pada pusat beban dan tinggi angkat tertentu. Cara membacanya: tentukan pusat beban muatan, tentukan tinggi angkat, lalu cari angka kapasitas pada pertemuan keduanya. Keterampilan ini termasuk materi inti pelatihan SIO forklift.
Mengapa kapasitas forklift tidak selalu sama?
Forklift bekerja seperti jungkat-jungkit. Roda depan menjadi titik tumpu, beban berada di satu sisi, dan berat unit beserta pemberat berada di sisi lain. Selama momen di sisi unit lebih besar, forklift stabil.
Momen adalah hasil kali berat dan jarak. Artinya, beban ringan yang letaknya jauh dari titik tumpu dapat menghasilkan momen sebesar beban berat yang letaknya dekat. Inilah sebabnya kapasitas tidak dapat dinyatakan hanya dengan satu angka berat.
Apa itu pusat beban?
Pusat beban (load center) adalah jarak mendatar dari muka tegak garpu ke titik berat muatan. Untuk muatan yang beratnya merata, titik berat berada di tengah. Palet sepanjang 1.000 mm yang menempel pada muka garpu memiliki pusat beban 500 mm.
Pabrikan menetapkan kapasitas nominal pada pusat beban standar. Banyak forklift gudang memakai standar 500 mm, sedangkan unit yang lebih besar memakai 600 mm atau lebih. Angka yang berlaku untuk unit Anda tercantum pada pelat kapasitas.
Pusat beban bergeser menjauh ketika:
- muatan lebih panjang daripada palet standar;
- palet tidak dirapatkan ke muka garpu;
- berat muatan tidak merata dan condong ke depan;
- mast dimiringkan ke depan.
Apa saja yang tercantum pada pelat kapasitas?
- merek, model, dan nomor seri;
- berat unit;
- kapasitas nominal dan pusat beban nominal;
- tinggi angkat maksimum;
- jenis mast dan attachment yang terpasang;
- tabel atau grafik kapasitas pada berbagai pusat beban dan tinggi angkat.
Bila pelat hilang, tidak terbaca, atau tidak sesuai dengan attachment yang terpasang, unit sebaiknya tidak dipakai mengangkat beban mendekati batas sampai pelat diperbaiki.
Bagaimana langkah membaca load chart?
- Ketahui berat muatan. Lihat label, surat jalan, atau timbang. Jangan menebak.
- Tentukan pusat beban. Ukur panjang muatan searah garpu lalu bagi dua untuk muatan merata.
- Tentukan tinggi angkat. Perhatikan ketinggian rak tujuan.
- Baca tabel. Cari baris tinggi angkat dan kolom pusat beban, lalu baca kapasitas pada pertemuannya.
- Bandingkan. Bila berat muatan melebihi angka tersebut, jangan diangkat. Bagi muatan atau gunakan unit lebih besar.
Contoh tabel sederhana untuk ilustrasi. Angka berikut hanya contoh; gunakan pelat pada unit Anda.
| Tinggi angkat | Pusat beban 500 mm | Pusat beban 600 mm | Pusat beban 700 mm |
|---|---|---|---|
| Sampai 3.000 mm | 2.500 kg | 2.200 kg | 1.950 kg |
| 4.000 mm | 2.300 kg | 2.000 kg | 1.800 kg |
| 4.500 mm | 2.000 kg | 1.750 kg | 1.550 kg |
Dari tabel contoh itu terlihat bahwa unit yang disebut 2,5 ton hanya boleh mengangkat 1.550 kg ketika muatannya panjang dan diangkat ke 4,5 meter.
Bagaimana memperkirakan kapasitas bila pusat beban tidak ada di tabel?
Ada pendekatan kasar yang sering diajarkan sebagai pemeriksaan cepat:
kapasitas perkiraan = kapasitas nominal x pusat beban nominal : pusat beban aktual
Contoh: forklift 2.500 kg pada 500 mm membawa peti sepanjang 1.600 mm, sehingga pusat bebannya 800 mm. Perkiraannya 2.500 x 500 : 800 = sekitar 1.560 kg.
Catatan penting: rumus ini hanya perkiraan dan cenderung terlalu optimistis atau terlalu sederhana karena mengabaikan jarak dari poros roda depan ke muka garpu serta pengaruh tinggi angkat. Untuk beban yang mendekati batas, selalu ikuti tabel pabrikan atau minta konfirmasi dari pemasok unit.
Apa itu segitiga stabilitas?
Forklift roda empat bertumpu pada tiga titik: dua roda depan dan titik engsel poros belakang. Tiga titik itu membentuk segitiga. Selama titik berat gabungan unit dan beban berada di dalam segitiga, forklift tetap berdiri.
Titik berat gabungan bergerak:
- ke depan bila beban berat, pusat beban jauh, atau mast miring ke depan;
- ke atas bila beban diangkat tinggi, sehingga unit lebih mudah terguling ke samping;
- ke samping bila unit berbelok cepat, melintang di tanjakan, atau beban tidak di tengah.
Karena itu aturan dasarnya adalah membawa beban serendah mungkin, mast miring ke belakang, dan berbelok dengan pelan.
Faktor apa lagi yang mengurangi kapasitas?
- Attachment. Berat attachment mengurangi kapasitas dan menggeser beban ke depan. Unit harus memiliki pelat kapasitas yang sesuai dengan attachment terpasang.
- Tinggi angkat besar. Mast bertingkat tiga atau lebih memiliki pengurangan kapasitas pada ketinggian atas.
- Kondisi ban. Ban kempis atau aus tidak rata mengubah kestabilan.
- Permukaan miring atau tidak rata.
- Beban hidup. Cairan dalam tangki yang tidak penuh atau muatan gantung bergerak saat unit berhenti dan berbelok.
Jenis attachment dan pengaruhnya dibahas di artikel jenis-jenis forklift dan fungsinya.
Kesalahan umum operator terkait beban
- Menganggap angka pada bodi unit sebagai kapasitas di segala kondisi.
- Menambah orang atau pemberat di belakang agar forklift mampu mengangkat lebih berat.
- Mengangkat dengan ujung garpu saja.
- Membawa beban dalam posisi tinggi agar pandangan tidak terhalang.
- Memiringkan mast ke depan saat beban masih tinggi.
- Tidak menanyakan berat muatan kepada pengirim.
Kesalahan-kesalahan ini termasuk pemicu utama unit terguling, seperti diuraikan di artikel penyebab kecelakaan forklift. Latihan menghitung beban dengan pendampingan pengajar tersedia pada pelatihan operator forklift kelas II.
Referensi
- Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut
- Pelat kapasitas dan buku petunjuk pengoperasian dari pabrikan forklift



