Forklift elektrik dan diesel sama-sama aman bila dipakai di tempat yang sesuai dan dioperasikan dengan benar. Elektrik tidak menghasilkan gas buang dan senyap, sehingga cocok untuk ruang tertutup. Diesel bertenaga besar dan tahan cuaca, sehingga cocok untuk area terbuka. Pelatihan SIO forklift membahas bahaya khas keduanya, termasuk unit LPG yang berada di antaranya.

Apa perbedaan mendasar keduanya?

Forklift diesel digerakkan mesin pembakaran dalam. Tenaga mesin memutar roda melalui transmisi dan menggerakkan pompa hidraulik. Bahan bakarnya solar yang diisi dari tangki atau pompa.

Forklift elektrik digerakkan motor listrik yang mendapat daya dari baterai. Baterai yang berat sekaligus berfungsi sebagai pemberat. Jenis baterai yang umum adalah timbal-asam dan litium-ion.

Di antara keduanya ada forklift LPG, yaitu mesin pembakaran dalam berbahan bakar gas dalam tabung yang dapat diganti dengan cepat.

Perbandingan dari sisi keselamatan dan kesehatan

Aspek Elektrik Diesel
Gas buang di lokasi Tidak ada Ada, perlu ventilasi
Kebisingan Rendah Lebih tinggi
Getaran Rendah Lebih terasa
Kesadaran pejalan kaki Unit senyap, mudah tidak terdengar Suara mesin menjadi tanda alami
Bahaya saat mengisi energi Gas hidrogen, elektrolit, arus besar Tumpahan solar, uap, sumber api
Risiko kebakaran Hubung singkat, baterai rusak Kebocoran bahan bakar dan oli pada bagian panas
Permukaan panas Sedikit Knalpot dan mesin panas
Pemakaian di hujan dan lantai basah Terbatas, bergantung tipe Lebih tahan
Beban berat dan tanjakan Bergantung tipe Unggul
Kapasitas di atas 15 ton Jarang Umum

Apa bahaya khas forklift diesel dan cara mengendalikannya?

Gas buang. Mesin diesel menghasilkan karbon monoksida, oksida nitrogen, dan partikel halus. Di ruang tertutup dengan ventilasi buruk, paparan ini mengganggu kesehatan.

Pengendalian:

  • gunakan diesel terutama di area terbuka atau semi terbuka;
  • pastikan ventilasi memadai bila unit masuk ke dalam bangunan;
  • matikan mesin ketika menunggu lama;
  • rawat mesin agar pembakaran baik;
  • jangan mengoperasikan unit di dalam kontainer tertutup dalam waktu lama.

Kebisingan dan getaran. Paparan berjam-jam setiap hari berpengaruh pada pendengaran dan kelelahan. Kursi berpegas yang disetel benar dan pelindung pendengaran di area bising membantu.

Bahan bakar. Solar tidak mudah menyala seperti bensin, tetapi tumpahan menjadikan lantai licin dan dapat terbakar bila mengenai bagian panas. Isi bahan bakar dengan mesin mati di tempat yang ditentukan, dan bersihkan tumpahan segera.

Permukaan panas. Knalpot dan mesin dapat menyebabkan luka bakar serta menyulut bahan mudah terbakar seperti kardus, plastik pembungkus, atau debu.

Apa bahaya khas forklift elektrik dan cara mengendalikannya?

Senyap. Ini kelebihan sekaligus bahaya. Pejalan kaki tidak mendengar unit mendekat.

Pengendalian:

  • lampu peringatan atau lampu penanda jalur yang menyorot lantai;
  • klakson di persimpangan dan pintu;
  • pemisahan jalur seperti dijelaskan di artikel keselamatan pejalan kaki di gudang.

Akselerasi spontan. Motor listrik memberi torsi penuh sejak awal. Operator yang terbiasa dengan diesel perlu menyesuaikan cara menginjak pedal.

Baterai timbal-asam. Pengisian menghasilkan gas hidrogen yang mudah meledak, dan elektrolitnya berupa asam yang korosif. Area pengisian harus berventilasi, bebas sumber api, dan dilengkapi fasilitas pembilas mata.

Baterai litium-ion. Tidak mengeluarkan gas pada pemakaian normal dan dapat diisi sewaktu-waktu, tetapi baterai yang rusak, tertusuk, atau diisi dengan pengisi yang tidak sesuai dapat mengalami panas berlebih. Ikuti petunjuk pabrikan dan jangan memakai baterai yang cacat.

Arus besar. Konektor dan kabel rusak dapat menimbulkan percikan dan luka bakar. Lepas perhiasan logam ketika menangani baterai dan jangan meletakkan perkakas di atasnya.

Penggantian baterai. Baterai berbobot ratusan kilogram sampai lebih dari satu ton. Gunakan alat angkat yang sesuai, dan pastikan baterai pengganti berbobot sama karena berat baterai memengaruhi kestabilan unit.

Tata cara rincinya ada di artikel pengisian baterai dan LPG forklift yang aman.

Bagaimana memilih sesuai area kerja?

Kondisi kerja Pilihan yang umumnya sesuai
Gudang tertutup, lorong sempit Elektrik
Makanan, minuman, farmasi Elektrik
Ruang pendingin Elektrik dengan spesifikasi suhu rendah
Halaman terbuka, permukaan kasar Diesel
Beban berat dan tanjakan panjang Diesel
Operasi campuran dalam dan luar LPG atau elektrik tipe luar ruangan
Area dengan bahan mudah terbakar atau meledak Unit dengan spesifikasi khusus untuk area berbahaya

Butir terakhir sangat penting. Forklift standar, baik elektrik maupun diesel, bukan untuk area dengan uap atau debu yang dapat meledak. Area seperti itu memerlukan unit yang dirancang khusus, dan keputusannya harus melibatkan ahli K3 serta pabrikan.

Apakah stabilitas dan cara mengoperasikannya berbeda?

Prinsip stabilitas sama: segitiga stabilitas, pusat beban, dan load chart berlaku untuk semua jenis. Namun ada perbedaan yang terasa:

  • unit elektrik cenderung memiliki titik berat rendah karena baterai berada di bawah, tetapi model roda tiga lebih peka terhadap belokan tajam;
  • pengereman regeneratif pada unit elektrik membuat unit melambat saat pedal dilepas, berbeda dari diesel;
  • unit diesel dengan ban pneumatik lebih toleran terhadap permukaan tidak rata, sedangkan unit elektrik dengan ban padat memerlukan lantai rata;
  • tinggi angkat reach truck jauh lebih besar daripada counterbalance pada umumnya.

Karena itu operator yang berpindah jenis unit perlu pembiasaan terarah meskipun lisensinya tetap berlaku. Program pelatihan operator reach truck dan hand pallet elektrik disusun untuk kebutuhan tersebut. Pengenalan jenis unit lain ada di artikel jenis-jenis forklift dan fungsinya.

Apa yang perlu diubah ketika beralih dari diesel ke elektrik?

Banyak gudang kini mengganti armada. Hal yang sering terlewat:

  1. Area pengisian. Lokasi, ventilasi, kapasitas listrik, alat pemadam, dan rambu.
  2. Prosedur baru. Pengisian, penambahan air baterai, penggantian baterai, dan penanganan tumpahan elektrolit.
  3. Formulir pemeriksaan harian. Butir oli mesin dan air pendingin diganti butir baterai, konektor, dan kabel.
  4. Aturan pejalan kaki. Ditinjau ulang karena unit lebih senyap.
  5. Pembiasaan operator. Karakter pedal, pengereman, dan panel indikator.
  6. Pemeriksaan dan pengujian. Unit baru tetap tunduk pada kewajiban riksa uji menurut Permenaker No. 8 Tahun 2020.

Perubahan armada adalah perubahan risiko. Tinjau ulang penilaian risiko sebelum unit pertama dioperasikan, bukan setelah insiden pertama terjadi.

Referensi

  • Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut
  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • Buku petunjuk pengoperasian dari pabrikan forklift dan baterai