Mengisi baterai dan mengganti tabung LPG adalah pekerjaan rutin yang menyimpan bahaya ledakan, kebakaran, luka bakar kimia, dan luka beku. Kuncinya ada pada area yang memenuhi syarat, alat pelindung diri, dan urutan langkah yang benar. Prosedur ini termasuk bagian perawatan yang dibahas dalam pelatihan SIO forklift.
Bahaya apa saja yang muncul saat mengisi energi forklift?
| Sumber tenaga | Bahaya utama |
|---|---|
| Baterai timbal-asam | Gas hidrogen, elektrolit asam, arus listrik besar, beban berat saat penggantian |
| Baterai litium-ion | Panas berlebih bila rusak atau salah pengisi, arus besar |
| LPG | Gas mudah terbakar, luka beku akibat cairan gas, tabung berat |
| Diesel | Tumpahan licin, uap, kebakaran pada bagian panas |
Tiga dari empat bahaya itu berkaitan dengan api. Karena itu aturan pertama di semua area pengisian sama: tidak ada rokok, nyala api, percikan, atau pekerjaan panas.
Seperti apa area pengisian baterai yang memenuhi syarat?
- Ventilasi baik agar hidrogen tidak terkumpul di bawah atap.
- Jauh dari sumber api dan pekerjaan las atau gerinda.
- Rambu jelas: dilarang merokok, wajib APD, bahaya bahan korosif.
- Lantai rata dan tahan asam, mudah dibersihkan.
- Fasilitas pembilas mata dan pancuran darurat dalam jangkauan beberapa langkah.
- Bahan penetral dan perlengkapan penanganan tumpahan.
- Alat pemadam api ringan dengan jenis yang sesuai.
- Pengisi terpasang kokoh, kabel tidak melintang di jalur jalan.
- Pelindung terhadap tabrakan forklift pada unit pengisi.
- Penerangan cukup.
Area pengisian sebaiknya tidak dipakai sebagai tempat penyimpanan barang atau tempat istirahat.
Bagaimana prosedur mengisi baterai timbal-asam?
- Parkir unit di posisi pengisian. Turunkan garpu, aktifkan rem parkir, matikan unit, cabut kunci.
- Pakai pelindung mata dan sarung tangan.
- Buka penutup kompartemen baterai sesuai petunjuk pabrikan agar panas dan gas dapat keluar.
- Periksa kabel, konektor, dan permukaan baterai. Jangan mengisi bila ada kabel terkelupas atau sel retak.
- Pastikan pengisi dalam keadaan mati sebelum menyambung.
- Sambungkan konektor sampai terkunci.
- Hidupkan pengisi dan pastikan indikator menunjukkan proses berjalan.
- Setelah selesai, matikan pengisi lebih dahulu, baru lepaskan konektor. Melepas konektor saat arus mengalir menimbulkan percikan tepat di tempat hidrogen berkumpul.
- Gantung kabel pada tempatnya.
- Catat pengisian bila perusahaan memakai buku catatan baterai.
Hal yang harus dihindari:
- meletakkan perkakas atau benda logam di atas baterai;
- memakai jam tangan, cincin, atau gelang logam saat menangani terminal;
- menarik kabel untuk melepas konektor;
- memutus pengisian berulang kali tanpa perlu pada baterai timbal-asam.
Bagaimana menambah air dan menangani tumpahan elektrolit?
Baterai timbal-asam jenis basah perlu ditambah air murni secara berkala.
- Tambahkan air setelah pengisian selesai, kecuali pelat terlihat terbuka.
- Gunakan air suling atau air demineralisasi, bukan air keran.
- Jangan mengisi terlalu penuh karena elektrolit akan meluap pada pengisian berikutnya.
- Pakai pelindung wajah, sarung tangan, dan celemek.
Bila elektrolit tumpah:
- Jauhkan orang lain.
- Pakai APD lengkap.
- Taburkan bahan penetral yang disediakan sampai reaksi berhenti.
- Bersihkan dan buang sesuai prosedur limbah perusahaan.
Bila terkena kulit atau mata, bilas dengan air mengalir dalam waktu lama dan segera cari pertolongan medis.
Apa yang berbeda pada baterai litium-ion?
Baterai litium-ion tidak memerlukan penambahan air dan tidak melepaskan hidrogen pada pemakaian normal, sehingga pengisian sela di antara pekerjaan diperbolehkan pabrikan. Meski begitu:
- gunakan hanya pengisi yang ditentukan untuk baterai tersebut;
- jangan memakai baterai yang penyok, tertusuk, menggembung, atau pernah terendam;
- hentikan pemakaian dan jauhkan unit bila baterai berasap, berbau, atau panas tidak wajar;
- ikuti petunjuk pabrikan tentang penanganan darurat, karena kebakaran baterai litium sulit dipadamkan dengan cara biasa.
Bagaimana prosedur mengganti tabung LPG?
Lakukan di area terbuka atau berventilasi baik, jauh dari sumber api, lubang, parit, dan ruang bawah tanah. Gas LPG lebih berat dari udara dan mengalir ke tempat rendah.
- Parkir unit, turunkan garpu, aktifkan rem parkir.
- Dengan mesin masih hidup, tutup katup tabung dan biarkan mesin mati sendiri agar gas di selang habis.
- Matikan kunci kontak.
- Pakai sarung tangan dan pelindung mata. Cairan LPG yang menyembur dapat menyebabkan luka beku.
- Lepaskan sambungan selang, lalu buka pengikat tabung.
- Angkat tabung kosong dengan teknik yang benar atau minta bantuan. Simpan di tempat tabung kosong.
- Periksa tabung pengganti: tidak penyok, tidak berkarat berat, katup dan karet perapat baik.
- Pasang tabung pada dudukan dengan posisi pasak penepat masuk ke lubangnya, sehingga katup pelepas tekanan berada pada posisi yang benar.
- Kencangkan pengikat, lalu sambungkan selang sampai rapat dengan tangan.
- Buka katup perlahan dan periksa kebocoran dengan air sabun, bau, dan bunyi.
- Bila tidak ada kebocoran, hidupkan mesin.
Bila ada kebocoran: tutup katup, jangan menghidupkan mesin, jauhkan sumber api, pindahkan tabung ke area terbuka bila aman, dan laporkan.
Bagaimana menyimpan tabung dan mengisi solar?
Penyimpanan tabung LPG
- di luar bangunan atau di area berventilasi dalam rak atau sangkar terkunci;
- terlindung dari panas dan dari tabrakan kendaraan;
- tabung isi dan kosong dipisahkan dan diberi tanda;
- jauh dari pintu darurat, tangga, dan bahan mudah terbakar.
Pengisian solar
- mesin mati dan rem parkir aktif;
- di tempat yang ditentukan, bukan di area penyimpanan barang;
- tanpa rokok dan tanpa telepon di tangan;
- jangan mengisi sampai meluap, tutup tangki dikencangkan;
- tumpahan segera diserap dan dibersihkan.
Kesalahan umum yang sering ditemui
- Melepas konektor pengisi ketika arus masih mengalir.
- Mengisi baterai di lorong gudang karena area pengisian penuh.
- Menambah air baterai tanpa pelindung mata.
- Mengganti tabung LPG di samping pekerjaan las.
- Memeriksa kebocoran gas dengan korek api.
- Memasang tabung terbalik posisi sehingga katup pengaman tidak pada tempatnya.
- Memakai baterai pengganti yang lebih ringan sehingga kestabilan unit berkurang.
- Tidak memasukkan kondisi baterai dan tabung ke pemeriksaan harian.
Butir pemeriksaan untuk tiap jenis unit ada di artikel checklist pemeriksaan harian P2H forklift. Perbandingan bahaya antar sumber tenaga dibahas di artikel forklift elektrik vs diesel. Untuk operator unit gudang bertenaga baterai, materi ini dipraktikkan pada pelatihan operator reach truck dan hand pallet elektrik.
Referensi
- UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
- Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut
- Buku petunjuk dari pabrikan forklift, baterai, pengisi, dan pemasok LPG



